Pages

Minggu, 18 November 2012

KONSEP DAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA



A.    MENGENAL MASALAH KESEHATAN KELUARGA
Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti dan karena kesehatanlah kadang seluruh kekuatan sumber daya dan dana keluarga habis. Orang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami anggota keluarga. Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian orang tua/keluarga. Apabila menyadari adanya perubahan keluarga, perlu dicatat kapan terjadinya, perubahan apa yang terjadi, dan seberapa besar perubahannya.
Dalam mengenal kesehatan keluarga kita dapat menilainya dari masing-masing individu dalam suatu keluarga. Begitu masalah tiap individu di dalam keluarga dapat kita kenali maka masalah kesehatan dalam satu keluarga pun dapat kita ketahui. Hal ini sangat bermanfaat agar masalah kesehatan tersebut dapat kita tangani dengan benar, dan juga masalah kesehatan yang telah muncul tidak mencapai dalam tahap kronis. Apabila kedua orang tua ataupun salah satu dari orang tua tidak dapat mengenali masalah kesehatan dalam keluarganya maka akan berakibat fatal yang menyebabkan perubahan yang signifikan dalam keluarga dalam arti kea rah yang negative.

B.     MEMBUAT KEPUTUSAN DI KELUARGA
Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga dengan pertimbangan siapa diantara keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga. Tindakan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi atau bahkan teratasi. Jika keluarga mempunyai keterbatasan dapat meminta bantuan kepada orang di lingkungan tinggal keluarga agar memperoleh bantuan.
Upaya pengambilan keputusan di dalam keluarga usahakan untuk tidak bersifat otoriter. Hal ini akan dapat mengakibatkan terjadi kesenjangan di dalam keluarga, karena manusia pada umumnya sangat ingin menghindari dari perintah yang di keluarkan secara sepihak. Yang harus di tekan kan dalam pengambilan keputusan harus berdasarkan musyawarah bersama. Apalagi menyangkut kesehatan dalam keluarga, penting sekali melakukan musyawarah. Jadi dapat di simpulkan pengambilan keputusan lebih baik menggunakan musyawarah dibanding menggunakan otoriter.

C.    MELAKUKAN MODIFIKASI LINGKUNGAN
Lingkungan di sini berarti rumah dan di sekitarnya. Melakukan modifikasi lingkungan dapat di artikan sebagai melakukan suatu perubahan di dalam rumah maupun di lingkungan rumah agar sesuai dengan kenyamanan. Modifikasi lingkungan yang baik dapat membuat kesehatan keluarga terjaga.
Rumah merupakan tempat berteduh, berlindung, dan bersosialisasi bagi anggota keluarga. Sehingga anggota keluarga akan memiliki waktu lebih banyak berhubungan dengan lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, kondisi rumah haruslah dapat menjadikan lambang ketenangan, keindahan, ketentraman, dan dapat menunjang derajat kesehatan bagianggota keluarga.

D.    ASUHAN KEPERAWATAN
1.      Tujuan khusus adalah untuk mencapai kemampuan keluarga :
a.       Mengenal masalah kesehatan keluarga
b.      Memutuskan tindakan
c.       Melakukan tindakan
d.      Memelihara dan memodifikasi lingkungan
e.       Memanfaatkan sumber daya yang ada (puskesmas, posyandu)
2.      Tujuan khusus askep keluarga :
a.       Mengenal masalah kesehatan keluarga
b.      Memmutuskan tindakan yang tepat untuk ngatasi masalah Kesehatan keluarga
c.       Melakukan tindakan Perawat Kesehatan pada anggota yang sakit sesuai kemampuan
d.      Memodifikasi lingkungan Keluarga
e.       Memanfaatkan sumber daya di masyarakat ( puskesmas, posyandu, dll) 
3.      Askep Keluarga
a.       Pengkajian
1.      Diagnosis keperawatan
2.      Perencanaan
3.      Implementasi
4.      Evaluasi
b.      Peran dan Fungsi Perawat Dalam Askep Keluarga
1.      Pemberi askep
2.      Sebagai Pendidik
3.      Advokat
4.      Koordinator
5.      Kolaborator
6.      Pembaharu
7.      Pengelola
c.       Persiapan
1.      Menetapkan keluarga sasaran
2.      Buat jadwal kunjungan
3.      Siapkan perlengkapan lapangan
d.      Pengkajian
1.      Berkaitan dg keluarga
·         demografi,
·         lingkungan
·         struktur dan fungsi keluarga
·         stress dan koping keluarga
·         perkembangan Keluarga
2.      Berkaitan dengan individu sebagai anggota
·         Fisik
·         Mental
·         Social
·         Spiritual
·         Emosi

e.       Diagnosis
Berdasar “ Nanda “
1.      Gg. Proses keluarga
2.      Gg. Pemeliharaan kesehatan
3.      Nutrisi kurang /lebih
4.      Gg. Peran
5.      Pola eliminasi
6.      Sanitasi kurang
7.      Duka berkepanjangan
8.      Konflik pengambil Keputusan
9.      Koping keluarga inadekuat
10.  Gg. Manajemen Pemeliharaan rumah
11.  Hambatan interaksi
12.  Kurang pengetahuan
13.  Resiko perubahan peran
14.  Resiko trauma
15.  Resiko perilaku kekerasan
16.  Ketidak berdayaan
17.  Isolasi sosial
18.  Dll
f.       Scoring
Diag. Kep (Baylon –Maglaya)
Prioritas diranking
Contoh :
“ resiko jatuh lansia di klg bapak rr b/d. Ketidakmampuan menyediakan lingk. Aman”




g.      Daftar Diagnosis Keperawatan Keluarga NANDA
1.      Lingkungan
a.       Kerusakan penatalaksanaan rumah (kebersihan)
b.      Resiko cedera
c.       Resiko infeksi
2.      Struktur komunikasi
a.       Kerusakan komunikasi
3.      Struktur peran
a.       Isolasi social
b.      Perub. Dlm proses klg (ada yg sakit)
c.       Berduka disfungsional
d.      Potensial peningkatan mjd ortu
e.       Perub penamp. Peran
f.       Gangg. Citra tubuh
4.      Afektif
a.       Resiko tindakan kekerasan
b.      Perub proses keluarga
c.       Koping klg tak efektif 
5.      Sosial
a.       Perilaku mencari bantuan Kesehatan
b.      Konflik peran orang tua
c.       Perubahan TUMBANG
d.      Perubahan pemeliharaan Kesehatan
e.       Kurang pengetahuan
f.       Isolasi sosial
g.      Ketidak patuhan
h.      Gg identitas pribadi 


6.      Fungsi perawat keluarga
a.       Perilaku mencari pertolongan kesehatan
b.      Ketidak efektifan penatalaksanaan Terapeutik keluarga
c.       Resiko penyebaran infeksi  
7.      Strategi  koping
a.       Potensial peningkatan koping keluarga
b.      Koping klg tak efektif
c.       Resiko tindakan kekerasan 


0 komentar:

Posting Komentar